Oleh: Lutfi QQ | 2 Januari 2009

SAVE & PRAY FOR PALESTINE

 

palestine1

 

Untuk Semua Saudaraku siapanpun anda yang menjunjung Hak Azasi Kemanusia.

 

Marilah Kita Bangkit untuk membantu dan Membela Perjuangan Bangsa Palestine.

 

Do’a dan bantuan kita sangat diharapkan untuk kebangkitan bangsa yang sedang berjuang ini.

Oleh: Lutfi QQ | 3 Desember 2008

HIDUP

HIDUP ITU KERAS

HIDUP ITU GILA

HIDUP ITU MENAKUTKAN

HIDUP ITU SERU

HIDUP ITU MENYERAMKAN

HIDUP ITU MENYENANGKAN

HIDUP ITU INDAH Baca Lanjutannya…

Oleh: Lutfi QQ | 1 Desember 2008

Semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Selagi Muda Jadilah Para Petarung-petarung kehidupan.

Kalahkan Tantangan Hidup.

Bakar Semangat.

Jangan Pernah Malu dan Takut, Tapi Malu dan Takut-lah Hanya Pada Allah SWT saja.

Jangan Jadi Silver-man atau Golden-man, tapi jadilah Platinum-man.

Berfokuslah Pada Hal-hal Penting.

Berfokuslah Pada Hal-hal yang membesarkan kita.

 

Thanks Mr. Mario Teguh for your Inpiration.

Oleh: Lutfi QQ | 9 September 2008

Sebuah Cita-cita Luhur

Sadar atau tidak sebenarnya kita selalu di intai (dimata-matai) oleh kematian. Hidup kita sudah ada ketentuan dan kadarnya, kapan kita meninggal, dimana, dengan cara apa, dan lain sebagainya. Syahid adalah cita-cita kita bersama, cita-cita luhur, cita-cita yang lebih tinggi dari keinginan menjadi Presiden atau Raja Agung di bumi ini. Kenapa? Karena dengan mati secara Syahid Insya Allah kita akan masuk di surga Allah tanpa hisab (tanpa perhitungan). Namun Sayang, Syahid saat ini banyak yang salah artikan baik teorinya ataupun praktiknya. Yang ada hanya mati konyol (Go to Hell With your Sin). Dan banyak pula orang-orang yang melakukan kejahatan massal demi kepentingan pribadi atau golongan, mengintimidasi, meneror dan sebagainya dengan mengatas namakan agama. Inilah perbuatan kotor dan keji yang terkadang menyangkut pautkan dengan aksi djihad (bersungguh-sungguh) demi meraih Syahid. Astagfirullah hal Ad’zim….

 

Saudaraku, Syahid disini merupakan jalan kematian yang mulia disisi Allah Robbal Alamin. Lihat dan dengarlah beberapa diantara saudara kita meninggal sewaktu mencari nafkah (kerja), sedang anak dan istrinya menunggu dan berdo’a dirumahnya agar Si Bapak medapatkan rizki lebih hari ini, yang didapat adalah kabar buruk. Sebagaimana Media mengabarkan pada minggu kemaren, bahwa beberapa pekerja tewas mengenaskan terjatuh dari ketinggian Sebuah Menara Stasiun TV dari Gondola tempat mereka bekerja. Lain cerita lagi, Para TKI atau TKW yang berpulang mayat kekampung halamannya, sedang keluarga yang ditingggalkan bertahun-tahun selalu menantikan kedatangannya dengan membawa perubahan ekonomi keluarga yang lebih baik. Atau seorang ibu yang berjuang habis-habisan untuk kelahiran Si Bayi, namun ketika Si Bayi terlahir, Sang Ibu terbujur kaku tidak bisa melihat, menimang bahkan menyusuinya. Tangis dan rengek-an Si Bayi tak terdengar olehnya, karena beliau telah pergi untuk selama-lamanya.

Saudaraku, coba bertanyalah pada hati kita, kejadian-kejadian tadi apakah merupakan Syahid?. Jawabannya Insya Allah iya. Karena hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

 

Apakah kita nantinya akan meninggal dalam keadaan Syahid?, Insya Allah Amin…. Semoga kita semua termasuk golongan hamba Allah yang mendapat Syahid disisi-Nya.

 

Namun Sebelumnya kita perlu instopeksi diri pula. Jika kita menghitung-hitung usia kita. Dari beratus-ratus bahkan beribu-ribu kejadian yang sudah kita lalui diusia kita, berapa banyakkah kira-kira perintah Allah telah kita jalankan?, Berapakah banyakkah kira-kira Larangan Allah telah kita tinggalkan dan kita jauhi?, Sejauh mana tingkat kesempurnaan ibadah-ibadah kita?, bahkan jika kita sering melakukan dosa, seberapa seringnya juga kita bertobat dengan bersungguh-sungguh kepada Allah SWT? walaupun kita khilaf dan berbuat dosa lagi.

Astagfirullah Ya Allah, Ya Ghaffar, Ya Rohman, Ya Rohim.

 

Ini perlu kita perhatikan, jangan sampai sisa usia kita ini kita sia-siakan. Ada pepatah mengatakan “Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri”.

 

Mari kita semua (termasuk penulis sendiri) menyempurnakan Iman, Taqwa, Amal Ibadah, Keikhlasan, Kesabaran, Kerja Keras, Sikap Positif dan Optimis, menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (Menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah dari kemungkaran). Serta berjuang menegakkan Agama Allah yaitu Agama Islam Rahmatan Lil Alamin (Islam yang membawa kebaikan untuk seluruh alam), Islam yang damai, Islam yang bersumber dari ajaran murninya yaitu (Al-Qur’an & As Sunnah).

 

Sehingga kita bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi siapa saja, kapan saja dan dimana saja.

 

Ingat “Kesuksesan Seseorang Bukan di Ukur dari Harta, Martabat, Derajat dan Jabatannya, akan tetapi dari seberapa besar ia bermanfaat bagi orang lain”.

 

Semoga Allah Selalu Memberi Perlindungan dan Jalan yang benar disisi-Nya, Memberi Keridho’an & Keberkahan disetiap Amal Ibadah kita. Dan selalu Mengampuni dosa-dosa kita. Amin-amin Ya Robbal Alamin.

Oleh: Lutfi QQ | 6 September 2008

Ramadhan Nan Indah

Begitu takjubnya malam ini, malam ke-6 di bulan Ramadhan yang agung tahun 2008, sadar ataupun tidak bahwa aku oleh Allah diberikan kesempatan hidup untuk melihat indahnya Bulan Sabit yang bertahta di langit beserta barisan bintang gemintang. Dingin pun tidak malam ini, Cuma hingar bingar suara motor dan ibu-ibu yang mau berangkat Sholat Tarawih di masjid. Masjid yang terdekatpun cukup jauh dari rumahku, hingga suara adzan Isya’ sama sekali tidak terdengar ke rumahku. Walaupun begitu malam ini akan sangat terkesan sekali laksana seorang putri yang bertemu pangerannya dimalam indah yang disinari bulan, begitu pula perasaanku malam ini, Ramadhan ini bagai kehadiran seorang bidadari, sehingga begitu damai dan tentram. Mungkin inilah hawa segarnya dibalik pintu surga, karena pada bulan ini pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu Surga dibuka.

 

Tapi berbeda sekali dengan siang hari tadi, dimulai dengan bangun sahur yang hampir telat, sedikit terburu-buru, selesai sholat shubuh aku berusaha untuk tidak tertidur lagi, aku tadzarus Al Qur’an kemudian baca buku Laskar Pelangi karangannya Andrea Hirata, tapi ujung-ujungnya kantukpun tak dapat di lawan. Tertidur dengan dinginnya pagi hari, ehm tidur yang tidak berkualitas. Bangun agak santai, karena sudah tahu jam menunjukkan jam 7:45 dan itu pertanda masuk kantor (kerja) akan sangat telat, toh kalau terburu-buru juga pasti akan telat juga he….. .

 

Motorku yang tidak sekencang waktu beli dulu dengan semangatnya mengantarkan ku kekantor tempatku kerja, lumayan jauh kira-kira 17Km dari rumahku. Sampai dikantor biasa saja dengan muka tersenyum dan tubuh yang menahan pusingnya kepala aku pikir sudah oke-lah untuk mulai kerja.

Tanpa sadar jam menunjukkan pukul 12:00 siang, aku langsung siap-siap pergi ke masjid untuk sholat jum’at. Uh.. hari begitu panas, teriknya matahari begitu menyengat, apa lagi disiang hari sudah pasti puncaknya perut mengeluarkan irama layaknya lagu “Played-A-Live(Radio Edit)” Safri Duo Episode-2. Tapi ini pula puncak kita untuk berjuang dengan ujian dari Allah sehingga puasa kita akan begitu berkah.

 

Pulang kantor dengan hati yang begitu senang karena sudah barang tentu tiba dirumah beberapa saat kemudian akan terdengar suara Adzan Maghrib di TVRI Bali. Cuma itulah sarana satu-satunya selain Radio Lokal yang berkenan untuk menyampaikan Adzan di waktu Buka Puasa. Maklum Kami di Pulau seribu Pura ini merupakan Umat Muslim minoritas.

 

Puas Rasanya ketika Beduk dipukul dan suara Adzan dikumandangkan, Ibu yang kucintai dan kukasihi hari ini masak berbagai hidangan buka puasa, Es Degan kelapa Muda, Kolak Ketan-Pisang, Kue Lapis, Ikan Bumbu Santan, hingga Pisang Hijau juga ada. Alhamdulillah, hari ini keluarga kami diberi kecukupan Rizki oleh Allah SWT, walau sempat terpikir juga semoga saudara-saudara kita umat muslim yang lainnya juga sama-sama bergembiranya dengan kita disini, walaupun keluarga terfakir-dan termiskinpun semoga masih berbahagia untuk berbuka.

 

Alhamdulilah ya Allah kami masih bisa menikmati berkahnya Bulan Suci ini.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.