Oleh: Lutfi QQ | 6 September 2008

Ramadhan Nan Indah

Begitu takjubnya malam ini, malam ke-6 di bulan Ramadhan yang agung tahun 2008, sadar ataupun tidak bahwa aku oleh Allah diberikan kesempatan hidup untuk melihat indahnya Bulan Sabit yang bertahta di langit beserta barisan bintang gemintang. Dingin pun tidak malam ini, Cuma hingar bingar suara motor dan ibu-ibu yang mau berangkat Sholat Tarawih di masjid. Masjid yang terdekatpun cukup jauh dari rumahku, hingga suara adzan Isya’ sama sekali tidak terdengar ke rumahku. Walaupun begitu malam ini akan sangat terkesan sekali laksana seorang putri yang bertemu pangerannya dimalam indah yang disinari bulan, begitu pula perasaanku malam ini, Ramadhan ini bagai kehadiran seorang bidadari, sehingga begitu damai dan tentram. Mungkin inilah hawa segarnya dibalik pintu surga, karena pada bulan ini pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu Surga dibuka.

 

Tapi berbeda sekali dengan siang hari tadi, dimulai dengan bangun sahur yang hampir telat, sedikit terburu-buru, selesai sholat shubuh aku berusaha untuk tidak tertidur lagi, aku tadzarus Al Qur’an kemudian baca buku Laskar Pelangi karangannya Andrea Hirata, tapi ujung-ujungnya kantukpun tak dapat di lawan. Tertidur dengan dinginnya pagi hari, ehm tidur yang tidak berkualitas. Bangun agak santai, karena sudah tahu jam menunjukkan jam 7:45 dan itu pertanda masuk kantor (kerja) akan sangat telat, toh kalau terburu-buru juga pasti akan telat juga he….. .

 

Motorku yang tidak sekencang waktu beli dulu dengan semangatnya mengantarkan ku kekantor tempatku kerja, lumayan jauh kira-kira 17Km dari rumahku. Sampai dikantor biasa saja dengan muka tersenyum dan tubuh yang menahan pusingnya kepala aku pikir sudah oke-lah untuk mulai kerja.

Tanpa sadar jam menunjukkan pukul 12:00 siang, aku langsung siap-siap pergi ke masjid untuk sholat jum’at. Uh.. hari begitu panas, teriknya matahari begitu menyengat, apa lagi disiang hari sudah pasti puncaknya perut mengeluarkan irama layaknya lagu “Played-A-Live(Radio Edit)” Safri Duo Episode-2. Tapi ini pula puncak kita untuk berjuang dengan ujian dari Allah sehingga puasa kita akan begitu berkah.

 

Pulang kantor dengan hati yang begitu senang karena sudah barang tentu tiba dirumah beberapa saat kemudian akan terdengar suara Adzan Maghrib di TVRI Bali. Cuma itulah sarana satu-satunya selain Radio Lokal yang berkenan untuk menyampaikan Adzan di waktu Buka Puasa. Maklum Kami di Pulau seribu Pura ini merupakan Umat Muslim minoritas.

 

Puas Rasanya ketika Beduk dipukul dan suara Adzan dikumandangkan, Ibu yang kucintai dan kukasihi hari ini masak berbagai hidangan buka puasa, Es Degan kelapa Muda, Kolak Ketan-Pisang, Kue Lapis, Ikan Bumbu Santan, hingga Pisang Hijau juga ada. Alhamdulillah, hari ini keluarga kami diberi kecukupan Rizki oleh Allah SWT, walau sempat terpikir juga semoga saudara-saudara kita umat muslim yang lainnya juga sama-sama bergembiranya dengan kita disini, walaupun keluarga terfakir-dan termiskinpun semoga masih berbahagia untuk berbuka.

 

Alhamdulilah ya Allah kami masih bisa menikmati berkahnya Bulan Suci ini.

Iklan

Responses

  1. puasa kok makannya malah banyak macamnya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: