Oleh: Lutfi QQ | 9 September 2008

Sebuah Cita-cita Luhur

Sadar atau tidak sebenarnya kita selalu di intai (dimata-matai) oleh kematian. Hidup kita sudah ada ketentuan dan kadarnya, kapan kita meninggal, dimana, dengan cara apa, dan lain sebagainya. Syahid adalah cita-cita kita bersama, cita-cita luhur, cita-cita yang lebih tinggi dari keinginan menjadi Presiden atau Raja Agung di bumi ini. Kenapa? Karena dengan mati secara Syahid Insya Allah kita akan masuk di surga Allah tanpa hisab (tanpa perhitungan). Namun Sayang, Syahid saat ini banyak yang salah artikan baik teorinya ataupun praktiknya. Yang ada hanya mati konyol (Go to Hell With your Sin). Dan banyak pula orang-orang yang melakukan kejahatan massal demi kepentingan pribadi atau golongan, mengintimidasi, meneror dan sebagainya dengan mengatas namakan agama. Inilah perbuatan kotor dan keji yang terkadang menyangkut pautkan dengan aksi djihad (bersungguh-sungguh) demi meraih Syahid. Astagfirullah hal Ad’zim….

 

Saudaraku, Syahid disini merupakan jalan kematian yang mulia disisi Allah Robbal Alamin. Lihat dan dengarlah beberapa diantara saudara kita meninggal sewaktu mencari nafkah (kerja), sedang anak dan istrinya menunggu dan berdo’a dirumahnya agar Si Bapak medapatkan rizki lebih hari ini, yang didapat adalah kabar buruk. Sebagaimana Media mengabarkan pada minggu kemaren, bahwa beberapa pekerja tewas mengenaskan terjatuh dari ketinggian Sebuah Menara Stasiun TV dari Gondola tempat mereka bekerja. Lain cerita lagi, Para TKI atau TKW yang berpulang mayat kekampung halamannya, sedang keluarga yang ditingggalkan bertahun-tahun selalu menantikan kedatangannya dengan membawa perubahan ekonomi keluarga yang lebih baik. Atau seorang ibu yang berjuang habis-habisan untuk kelahiran Si Bayi, namun ketika Si Bayi terlahir, Sang Ibu terbujur kaku tidak bisa melihat, menimang bahkan menyusuinya. Tangis dan rengek-an Si Bayi tak terdengar olehnya, karena beliau telah pergi untuk selama-lamanya.

Saudaraku, coba bertanyalah pada hati kita, kejadian-kejadian tadi apakah merupakan Syahid?. Jawabannya Insya Allah iya. Karena hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

 

Apakah kita nantinya akan meninggal dalam keadaan Syahid?, Insya Allah Amin…. Semoga kita semua termasuk golongan hamba Allah yang mendapat Syahid disisi-Nya.

 

Namun Sebelumnya kita perlu instopeksi diri pula. Jika kita menghitung-hitung usia kita. Dari beratus-ratus bahkan beribu-ribu kejadian yang sudah kita lalui diusia kita, berapa banyakkah kira-kira perintah Allah telah kita jalankan?, Berapakah banyakkah kira-kira Larangan Allah telah kita tinggalkan dan kita jauhi?, Sejauh mana tingkat kesempurnaan ibadah-ibadah kita?, bahkan jika kita sering melakukan dosa, seberapa seringnya juga kita bertobat dengan bersungguh-sungguh kepada Allah SWT? walaupun kita khilaf dan berbuat dosa lagi.

Astagfirullah Ya Allah, Ya Ghaffar, Ya Rohman, Ya Rohim.

 

Ini perlu kita perhatikan, jangan sampai sisa usia kita ini kita sia-siakan. Ada pepatah mengatakan “Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri”.

 

Mari kita semua (termasuk penulis sendiri) menyempurnakan Iman, Taqwa, Amal Ibadah, Keikhlasan, Kesabaran, Kerja Keras, Sikap Positif dan Optimis, menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (Menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah dari kemungkaran). Serta berjuang menegakkan Agama Allah yaitu Agama Islam Rahmatan Lil Alamin (Islam yang membawa kebaikan untuk seluruh alam), Islam yang damai, Islam yang bersumber dari ajaran murninya yaitu (Al-Qur’an & As Sunnah).

 

Sehingga kita bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi siapa saja, kapan saja dan dimana saja.

 

Ingat “Kesuksesan Seseorang Bukan di Ukur dari Harta, Martabat, Derajat dan Jabatannya, akan tetapi dari seberapa besar ia bermanfaat bagi orang lain”.

 

Semoga Allah Selalu Memberi Perlindungan dan Jalan yang benar disisi-Nya, Memberi Keridho’an & Keberkahan disetiap Amal Ibadah kita. Dan selalu Mengampuni dosa-dosa kita. Amin-amin Ya Robbal Alamin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: